Showing posts with label Technical. Show all posts
Showing posts with label Technical. Show all posts

Saturday, September 10, 2011

Cara melepaskan locking atau hedging

Banyak teman trader yang bertanya, bagaimana cara saya lepas dari locking atau hedging? Nah saya akan berbagi tipsnya kepada anda sekalian. Syaratnya:
1. Jangan terbawa emosi / sabar mencari momen keluar dari locking.
2. Jika locking / hedging lebih dari 50 pips, diperlukan sampai beberapa kali penggunaan teknik ini.
Caranya:

Gunakan TF1H (Wajib)
Tunggu momen harga menyentuh S/R 3, dimana pengalaman saya 2 tahun mengamati, jika harga telah menyentuh S/R 3 maka harga akan bouncing 30 - 50 pips, sebelum market akan memutuskan melanjutkan trend atau malah trend berubah. Kita manfaatkan momen tersebut.
Lepas hedging yang bernilai profit saat harga menyentuh S/R 3.
Jika locking/hedging yang terjadi lebih dari 50 pips, maka anda harus melakukan limit order 25 - 30 pips arah berlawanan dengan Open Posisi kita yang bernilai minus (floating yang masih terbuka)

www.belajarforexgratis.net, Supriyanto 16 August 2011

Tuesday, September 6, 2011

Analisa Teknikal: Dow Theory Bag. 3 (3 prinsip kedua Teori Dow)

Dalam pelajaran sebelumnya, kita membahas pengenalan Teori Dow dan tiga prinsip pertamanya, yaitu pasar punya tiga tren, tiap tren punya tiga tahap, pasar selalu memperhitungkan (discount) semua berita. Sekarang, kita akan membahas 3 prinsip kedua yang menyelesaikan pembahasan mengenai Teori Dow dan memberikan kita dasar dalam menganalisa tren serta melakukan transaksi.

Prinsip keempat Teori Dow adalah Indeks Harus Saling Mengkonfirmasi. Dalam hal ini, Dow mengacu pada Dow Jones Transportation Index dan the Dow Jones Industrial Average.
Untuk memahaminya, penting untuk mengingat bahwa di era Dow, pertumbuhan AS digerakan oleh sektor industri. Kedua indeks ini terdiri dari perusahaan manufaktur, dan perusahaan kereta yang merupakan metode utama pengiriman barang jadi ke pasar. Apa yang dimaksud Dow di sini adalah anda tidak akan mendapat rally sesungguhnya di salah satu indeks tanpa konfirmasi dari keduanya karena bila laba perusahaan manufaktur meningkat mereka akan mengirim lebih banyak produk. Ini berarti laba perusahaan transportasi dan indeks transportasi juga akan naik. Dow menyatakan bahwa ketika kedua indeks bergerak dalam arah yang berbeda, itu merupakan tanda pasar akan berubah arah.




Prinsip kelima adalah Tren Dikonfirmasi Dengan Volume. Apa yang dimaksud Dow adalah ada banyak alasan mengapa harga bergerak dalam volume rendah. Namun ketika harga bergerak dalam volume tinggi, ada kemungkinan pergerakan menjadi cerminan pandangan pasar keseluruhan. Dow memandang bahwa bila banyak trader berpartisipasi dalam suatu pergerakan harga dan harga bergerak dalam satu arah signifikan, ini merupakan indikasi tren sedang terbentuk karena inilah arah yang diantisipasi pasar akan terus bergerak.



Prinsip keenam adalah Tren Selesai Ketika Ada Sinyal Pasti Membuktikan Itu Telah Berakhir. Apa yang dimaksud Dow ialah ada pergerakan pasar yang bertolak belakang dengan tren utama, namun belum tentu tren berakhir dan pasar akan melanjutkan tren sebelumnya. Masih banyak perdebatan mengenai cara jitu untuk menentukan kapan sinyal definitif mengindikasikan tren berakhir, dan inilah yang menjadi pelajaran analisa teknikal selanjutnya.
(Oleh: Nizar Hilmy)

Analisa Teknikal: Dow Theory Bag.2

Bagian kedua dari Prinsip Pertama dalam Teori Dow adalah tren punya tiga tahap (Trends have 3 phases)

Accumulation Phase, di mana trader ahli secara aktif mengambil posisi yang berlawanan dengan sebagian besar orang di pasar. Harga tidak banyak berubah dalam fase ini karena para “ahli” itu hanya minoritas, makanya tidak cukup besar untuk dapat menggerakan pasar.

Public Participation Phase, di mana publik memahami apa yang diketahui “ahli” dan mulai trading pada arah yang sama. Perubahan harga yang cepat terjadi dalam fase ini karena semua orang memilih satu arah.

Excess Phase, di mana spekulasi merajalela dan para ahli mulai keluar dari posisi mereka Di sini anda akan melihat bagaimana psikologi investor dan trader memainkan peran penting, yang akan dibahas lebih dalam nanti.


Salah satu contoh terbaik yang menunjukan ketiga fase terjadi dalam uptrend adalah pergerakan Nasdaq hingga 2000.

Grafik Nasdaq yang menunjukan tiga fase tren


Bagian ketiga dari Prinsip pertama Teori Dow adalah Pasar sudah memperhitungkan semua berita (the Market Discount All News), yang artinya ketika berita diumumkan, akan langsung tercermin dalam pergerakan harga instrumen. Pada hal ini, Teori Dow sesuai dengan hipotesa pasar efisien, yaitu:
Hipotesa Pasar Efisien (Efficient Market Hypothesis/EMH) menyatakan bahwa pasar keuangan efisien secara informasi (informationally efficient), atau harga aset yang diperdagangkan, seperti saham, oblogasi, properti, mencerminkan semua informasi yang tersedia. Dengan demikian tidak bias karena mencerminkan keyakinan kolektid semua investor mengenai prospek masa depan.
Konsep bahwa pasar memperhitungkan semua berita adalah salah satu argumen penggunaan analisa teknikal sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dalam pasar. Pandangan itu menyakini pasar sudah mencakup semua faktor fundamental, maka satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah dengan analisa teknikal. (Oleh: Nizar Hilmy)

Analisa Teknikal: Dow Theory Bag. 1

Dalam topik ini, kita akan membahas sejarah analis teknikal dan sesuatu yang disebut Teori Dow (Dow Theory).

Sebagian besar menganggap bapak analis teknikal adalah Charles Dow, pendiri Dow Jones & Co yang menerbitkan Wall Street Journal. Pada 1900an, ia menulis serangkaian catatan yang membahas bagaimana harga dalam Dow Jones Industrial Average and the Dow Jones Transportation Index bergerak.

Setelah menganalisa kedua indeks itu, ia menyampaikan keyakinannya bahwa pasar cenderung bergerak sama. Catatan itu, yang diperluas oleh trader lainnya di tahun-tahun berikutnya, dikenal dengan Teori Dow.

Meski Teori Dow ditulis 100 tahun yang lalu, sebagian besar isinya masih relevan hingga hari ini. Dow berfokus pada indeks saham dalam tulisannya, namun prinsip dasarnya relevan dengan pasar apapun.

Teori Dow terbagi dalam 6 prinsip (tenet) dasar. Dalam pelajaran ini, ketika akan membahas tiga tenet pertama, dan menyelesaikan topic Teori Dow dalam pelajaran berikutnya dengan membahas tiga tener terakhir.

Prinsip pertama Teori Dow adalah pasar punya 3 trend (Markets have 3 trends)

Uptrend, yaitu ketika harga suatu instrumen bergerak naik secara berurutan dan ditutup lebih tinggi dari sesi/periode sebelumnya dan level low-nya terus lebih tinggi dari sesi/periode sebelumnya.

Downtrend, yaitu kebalikan dari di atas, ketika pasar secara terus menerus membuat lower low dan lower high.

Corrections, yaitu suatu pergerakan setelah pasar bergerak tajam dalam satu arah lalu bergerak ke arah berlawanan sebelum melanjutkan arah awalnya.

Untuk memahami secara jelas bentuk tren di atas lihat gambar di bawah ini.

Pergerakan Harga dalam Uptrend


Pergerakan harga dalam downtrend


Pergerakan harga dalam koreksi


(Oleh: Nizar Hilmy)

Pengenalan Analisa Teknikal

Ada dua metode dasar yang digunakan trader dalam menentukan kapan masuk ke pasar dalam trading saham, forex dan futures, antara lain:

Analisa Fundamental, yang mencari nilai instrumen keuangan dengan menganalisa hal-hal seperti neraca perusahaan ketika trading saham, atau ekspektasi suku bunga ketika trading mata uang dalam rangka memperkirakan apakah instrumen keuangan tersebut overvalued atau undervalued.
Analis Teknikal, yang berfokus hanya ke pergerakan harga historis suatu instrumen keuangan untuk memperkirakan apakah instrumen itu kemungkinan akan naik atau turun nilainya, serta bagaimana perdagangannya.
Meski ada pengecualian, sebagai aturan umum, investor jangka panjang cenderung membuat keputusan trading mereka pada fundamental dan trader jangka pendek lebih berfokus pada teknikal. Meski trader aktif cenderung lebih berfokus pada teknikal dari pada fundamental, mereka punya pemahaman mengenai fundamental dan banyak dari mereka yang mempertimbangkan faktor tersebut membuat keputusan di samping menggunakan analis teknikal.
Ada perdebatan mengenai metode mana yang lebih baik karena banyak investor dan trader sukses yang berfokus pada fundamental seperti Warren Buffet, maupun yang sukses dengan berfokus pada teknikal seperti Richard Dennis.
Dalam pelajaran ini, kita akan berfokus pada teknikal. Setelah kita punya pemahaman baik mengenai analis teknikal dan alat-alat yang biasa digunakan, kita akan mulai membahas faktor fundamental. Setelah itu, anda bisa putuskan apakah anda ingin trading dengan menggunakan analisa fundamental, teknikal atau keduanya. (Oleh: Nizar Hilmy)