Jakarta, Strategydesk - Target dari Head and Shoulder pattern (kisaran 10500-11000) pada indeks Dow Jones Industrial sudah tercapai. Resiko memang masih ada karena penembusan atas suport di 11000 telah membuka potensi penurunan hingga 9800-10000. Meskipun demikian, posisi spekulatif terlihat mulai menarik karena koreksi sudah terjadi lebih dari 15% dari titik puncak. IHSG hari ini kembali akan menguji kisaran suport di 3700-3750. Jika ternyata suport ini gagal bertahan, suport selanjutnya ada di kisaran 3525-3600.
Sementara itu, kinerja bursa regional semakin amburadul sejak pekan lalu sampai dengan minggu ini.
Dimana salah satu penurunan komponen indeks utama di bursa Wall Street, yakni indeks S&P anjlok 17,9%, dari level tertingginya sejak 29 April lalu. Selain itu, indeks Dow Jones makin terpuruk hingga di bawah level psikologi 11.000, ini merupakan kejatuhan harian terbesar sejak krisis financial 2008.
Pasar melakukan “panic selling”, karena kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi AS. Topik perlambatan ekonomi AS kembali menghantui pasar. Kondisi ini diperparah situasi di Eropa yang belum sepenuhnya lepas dari krisis ekonomi.
Kabar intervensi yang dilakukan Jepang pekan lalu tidak memberi banyak support ke pasar. Selain itu, pengumuman ECB yang melakukan pembelian obligasi Italia dan Spanyol, dan pertemuan G-7 melalui saluran telepon mengisyaratkan untuk mengintervensi sebagai upaya menenangkan pasar.
Kondisi di bursa global sepertinya belum banyak berubah, kepanikan masih melanda pasar akan perlambatan ekonomi global.
Data inflasi China dan rapat regular Federal Reserve hari ini akan menjadi perhatia pelaku pasar.
Review IHSG
Tekanan jual masih berlangsung di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengawali perdagangannya di minggu ini, IHSG kembali terperosok sebesar 71 poin.
Aksi jual terjadi sejak dibukanya perdagangan. Sentimen negatif datang dari AS menyusul diturunkannya peringkat kredit negara adi daya tersebut. Penurunan peringkat yang dilakakukan oleh S&P tersebut kemudian menyeret penurunan bursa-bursa regional lainnya.
Aksi bargain hunting sempat menahan kejatuhan indeks, namun aksi tersebut masih gagal membawa IHSG untuk masuk ke zona hijau.
Dana asing pun kembali keluar dari bursa, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,136 triliun di seluruh pasar.
Menutup perdagangan, Senin (8/8/2011), IHSG terkoreksi 71,377 poin (1,83%) ke level 3.850,266. Sementara Indeks LQ 45 terpangkas 11,347 poin (1,64%) ke level 681,946.
Saham-saham yang turun antara lain Delta Jakarta (DLTA), Schering Plough (SCPI), Astra Internasional (ASII), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Multibreeder (MBAI), Indocement (INTP), Astra Agro (AALI), dan Mayora (MYOR).
Ulasan Teknikal IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah. Meski begitu, IHSG mampu mempertahankan support-nya di area 3.700, dan masih ditutup di atas trend line jangka menengah. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa memberi potensi rebound bagi IHS, meski indikator RSI dan stochastic masih memperlihatkan sinyal negatif. Resistance IHSG saat ini berada di 3.920. Jika level tersebut mampu dipertahankan, maka rebound bisa berlanjut menuju area 4.000. Sedangkan penutupan IHSG di bawah level 3.813 akan kembali membawa fokus penurunan IHSG untuk menjemput support-nya di 3.700. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.800 – 3.920.
R3 4,148
R2 4,034
R1 3,942
Pivot 3,829
S1 3,736
S2 3,623
S3 3,530
Stock Pick BMRI
Pola hammer yang terbentuk pada candlestick bisa menjadi indikasi rebound bagi BMRI setelah harga mampu mempertahankan support-nya di 6.700. Indikator RSI masih negatif, namun stochastic sudah oversold dan berpeluang golden cross. Saat ini harga telah berada kembali di atas FR 61.8% dan mempunyai potensi rebound untuk mengisi gap di area 7.600 – 7.700. Kondisi (rebound) tersebut bisa diraih, dengan syarat support yang berada di 7.100 mampu dipertahankan.
Rekomendasi : Buy, stop loss breakout 7.100, target 7.600 – 7.700
Support : 7.100, 6.700
Resistance : 7.500, 7.700
MYOR
Masih berada dalam garis uptrend channel dan MA 55, menunjukkan bahwa secara trend MYOR masih bullish. Indikator RSI yang mulai bergerak uptrend, serta peluang golden cross pada stochastic bisa memberikan dukungan bullish continuation bagi MYOR. Saat ini harga masih tertahan di resistance channel di 15.250. Konfirmasi bullish selanjutnya akan didapat jika resistance tersebut ditembus, untuk target bullish selanjutnya di area 17.400.
Rekomendasi : Buy break 15.250, stop loss 14.800, target 17.000
Support : 14.650, 13.500
Resistance : 16.000, 17.400
Rekomendasi Stock Screener
Oleh: Nanang Wahyudin
Tuesday, September 6, 2011
IHSG kembali akan menguji kisaran support di 3700-3750
6:40 AM
Eddy Adiel